A STALK ROSE TO MY LOVELY TEACHER

A STALK ROSE TO MY LOVELY TEACHER

Ketika itu hari benar-benar sangat membosankan. Kelas yang panas ditambah lagi dengan pelajaran yang tak ku suka. Bahasa Inggris! Apa lagi dengan guru yang juga membosankan. Tapi untungnya hari ini guru itu tak datang. Tiba-tiba kelasku terdiam, entah ada apa dengan mereka. Ternyata Pak Hadi selaku kepala sekolah datang ke kelasku dengan seorang laki-laki muda yang benar-benar membuat mataku seakan tak mau berkedip. Laki-laki itu begitu tampan.

“Berhubung Pak Wisnu sedang menjalankan tugas di luar kota selama dua bulan. Kalian semua mulai sekarang hingga dua bulan ke depan akan dibimbing oleh Pak Yusuf selaku guru pengganti Pak Wisnu. Nah, saya tinggalkan Bapak dengan anak-anak. Selamat bekerja Pak!” ucap Pak Hadi kemudian meninggalkan kelasku.

“Baiklah! Perkenalkan nama saya Muhammad Yusuf. Kalian bisa memanggil saya Pak Yusuf. Apakah ada pertanyaan untuk perkenalan hari ini?”

“Umur Bapak berapa?? Kok masih muda banget!” tanya Imel semangat.

“Umur saya?? Wah, saya sudah tua. Umur saya 23 tahun.”

“Wah, siapa bilang tua! Masih muda banget! Boleh dong kalau nggak manggil ‘Pak’?” celetuk Nana cepat.

23?? Memang benar-benar masih muda dan pintar. Untuk seumurannya sudah mulai mengajar. Dan Yusuf?? Nama yang benar-benar bagus dan sesuai. Sesuai dengan ketampanannya. Dan mungkin aku akan mulai menyukai pelajaran ini.

“Baiklah! Mungkin cukup sekian perkenalan untuk hari ini. Mari kita lanjutkan materi dari Pak Wisnu!”

♥♥♥

Baru satu minggu berlalu, Pak Yusuf sudah menjadi orang terkenal di sekolahku. Bagaimana tidak? Murid-murid terlebih lagi anak perempuan banyak yang memberikan bingkisan, surat atau coklat untuk Pak Yusuf. Bahkan guru-guru perempuan yang masih single pun juga turut serta. Setiap pulang sekolah aku selalu bertemu dengannya di ujung jalan sekolahku. Ketika itu ia membawa banyak sekali bingkisan, surat, dan coklat.

“Siang, Pak!” sapaku singkat.

“Ah, Emily! Kenapa baru pulang?” tanyanya seraya membenarkan posisi barang-barang yang ia bawa agar tidak jatuh.

“Ada urusan sedikit, Pak!”

“Ah! Jangan panggil saya ‘Pak’. Kita tidak sedang berada di dalam kelas.”

“Ehm…Baiklah, Pak! Eh maksudku Kak Yusuf. Bolehkah aku memanggil seperti itu?” tanyaku ragu.

“Boleh. O iya kau bisa membantuku untuk membawakan barang-barang ini ke mobilku??”

“Tentu saja bisa.” Dia menyerahkan beberapa bingkisan itu padaku dan aku pun membawa barang-barang itu ke mobilnya.

“Terima kasih, Emily! Kau sangat membantu! Sebagai balasannya akan ku antar kau pulang.”

Ketika di perjalanan, aku benar-benar melihatnya sebagai sosok yang berbeda. Bukan sebagai seorang guru di sekolahku tetapi sebagai seorang teman atau kakak bagiku. Aku melihatnya lekat, ia sangat tampan. Senyumannya benar-benar hangat! Apa lagi saat ia tertawa, lesung pipinya begitu jelas. Sepertinya aku benar-benar tersihir oleh senyumannya. Hati ini tiba-tiba bergetar. Apa yang harus aku lakukan? Mungkinkah aku jatuh cinta padanya????

“Emily?”

Pikiranku terbuyarkan suaranya yang memanggil namaku. Ah! Ternyata harus sampai disini kebersamaanku dengannya. Mungkinkah besok aku bisa seperti ini lagi? “Terima kasih, Pak! Eh maksudku Kak!” cepat-cepat aku memperbaiki ucapanku ketika melihatnya sedikit mengernyitkan alis.

Ia tersenyum lagi. “Itu lebih baik! Ini untukmu!” ucapnya seraya menyerahkan sekotak coklat padaku.

“Bukankah ini coklat dari penggemar-penggemar Kak Yusuf??”

“Hahaha… Penggemar?? Kau terlalu berlebihan. Ini hanyalah hadiah-hadiah selamat datang untukku.”

“O ya?? Benarkah seperti itu??” tanyaku seraya mengangkat alis.

“Tentu saja. Tujuanku datang ke sekolahmu hanyalah untuk menggantikan Pak Wisnu sementara. Dan setelah beliau datang, tugasku sudah selesai.”

Aku tersentak dengan ucapannya. Aku baru menyadari bahwa ia hanya sementara disekolahku. Dan jika tugasnya sudah selesai, ia akan pergi. Hey! Kenapa kau seakan tak rela kalau ia akan pergi? “Ah, iya! Ehm… Baiklah aku terima coklat ini. Sekali lagi terima kasih.”

♥♥♥

Keesokan harinya sekali lagi aku bertemu dengannya di jalan. Saat itu aku sedang menunggu kendaraan umum yang menuju ke sekolahku. “Butuh tumpangan??” tanyanya menawariku. Kali ini dia memakai kemeja berwarna putih serta memakai dasi berwarna coklat. Rambutnya ditata sangat rapi sekali dengan mengatur belahan rambut ke kanan. Ia benar-benar sangat tampan dengan penampilannya hari ini.Benar-benar berbeda. Aku tersadar akan tawarannya, tanpa berkata apapun aku langsung masuk ke mobilnya. “Kenapa lewat jalan ini? Kemarin aku menunggu disini, kita tidak bertemu.”

Ia mulai menjalankan mobilnya. “Memang. Sebelumnya aku tak pernah melewati jalan ini tapi karena aku tahu kau selalu menunggu bus disini, jadi aku memutuskan untuk kesini dan memberimu tumpangan. Yah, untuk berterima kasih.”

“Terima kasih untuk apa?” tanyaku heran.

“Karena kau telah membantuku.” jawabnya singkat.

“Bukankah sebagai balasannya kemarin sudah memberiku sekotak coklat?”

“Ehm…Memang tapi…”

“Berhenti disini saja!” selaku ketika mobilnya sampai di ujung jalan sekolahku. “Aku tak ingin membuat penggemar-penggemar Kak ehm maksudku Pak Yusuf berpikiran yang tidak-tidak. Terima kasih atas tumpangannya!”

♥♥♥

Entah mengapa akhir-akhir ini aku selalu memikirkan orang itu. Orang yang tiba-tiba hadir dalam hidupku yang membuatku lebih berwarna menjalani hidup ini. Orang itu benar-benar membuatku selalu tersenyum dan tampil lebih ceria daripada hariku sebelumnya. Kenapa kau hadir di saat aku sedang membutuhkan sebuah perhatian? Aku tak dapat menahan perasaan ini. Perasaan ini muncul begitu saja. Tanpa kusadari aku sudah terlanjur jatuh ke dalam perhatianmu yang membuatku merasa tersanjung dan merasa disayangi. Tapi entah kenapa… Ah.. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Apakah  kau juga merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan? Entahlah! Itulah jawaban yang selalu terngiang di telingaku. Aku takut jika perasaan ini hanyalah perasaan semu belaka dan hanyalah perasaan yang tak terbalaskan. Kau tahu siapakah orang itu? Ya. Seseorang yang menjadi guru bahasa inggrisku. Yusuf! Kedekatan kami berdua berawal dari sebuah pesan singkat yang menurutku itu bentuk perhatian.

-Kak Yusuf-

Bagaimana tambahannya? Apa kamu mengerti?? Aku sudah berusaha semaksimal mungkin lho… Semoga kamu tidak pusing dengan penjelasanku. Aku berharap kamu dapat memahami semua yang kujelaskan. Lalu bgaimana dengan tambahan matematikanya?

Wah, baru saja aku sampai di rumah. Kak Yusuf sudah mengirim pesan untukku.

Sent :

Aku ngerti kok. Tenang aja. Makasih ea udah bikin aku tambah ngerti tentng bahasa inggris. Ehm…. Matematika? Agak kurang jelas. Sebel deh…

-Kak Yusuf-

Haduh… Tapi aku udah maksimal lho… Aku udah mencoba buat ngejelasin yang sejelas-jelasnya.

Sent :

Iya. Kak Yusuf udah maksimal kok. O iya boleh ga kalo aku curhat?

-Kak Yusuf-

Boleh. Emang mau curhat apa?

Sent :

Aku sebel sama Pak Tyo. Hhi… Mav ea kalo aku curhat sama Kak Yusuf. Habis ga ada temen buat berbagi unek-unek. Maklum anak tunggal.

-Kak Yusuf-

Uhm… Jadi manja nih?? Hhi… Lanjut…..

Aku tertawa melihat pesannya untukku. Kenapa orang ini bisa membuatku tersenyum dan lebih tenang seperti ini?

Sent :

Aku sebel sama Pak Tyo. Habis wktu aq tnya tentang peljarn yang ga aq ngerti eh dia malah ga mau jwab dan malah senyum-senyum gitu.

-Kak Yusuf-

Hahaha… Mungkin itu cuman perasaanmu saja. Hayo….

Aku mengernyitkan alis saat membaca balasannya. Cuman perasaanku??

Sent :

Pak Tyo itu bnrn senyum-senyum kok wktu aku tanyain. Huh! Sebel pertanyaanku tak terjawabkan!

-Kak Yusuf-

Pak Tyo senyum-senyum ea?? Hhi… Habis kamu lucu sih..!

Hah?! Lucu?? Dia bilang aku lucu??? Ih…. Senengnya…

Sent :

Lcu?? Aku ini lagi sbel lho… Lagi sebel…

-Kak Yusuf-

Habis msa Pak Tyo gila senyum2 sndri? Itu ya krna kamu itu lucu…

Itulah sebagian yang menjadi awal kedekatanku dengan Kak Yusuf. Ketika dia berpamitan untuk meninggalkan sekolahku, aku seakan tak rela melepas dia pergi. Tapi untung saja, aku masih bisa menemuinya di tempat dimana ia bekerja sampingan. Ya. Di tempat kursus. Jadi aku menemuinya saat aku membutuhkan bantuan dalam masalah pelajaranku tapi terkadang pembicaraan kita berdua sangat menyimpang jauh dari yang seharusnya kita bicarakan. Aku tak tahu bagaimana perasaannya terhadapku tapi mungkin aku tahu saat dia mengatakan You have such a wonderful smile. Itu benar-benar membuatku tersipu dan membuat hati ini menjadi malu. Dan apakah kau tahu dia juga pernah mengatakan Miss you. Uh… Apakah ini salah satu bentuk perhatiannya padaku? Ataukah ini hanya sebuah pesan singkat yang tak berarti apa-apa baginya selain pesan yang biasa? Ah… Aku tak tahu apa yang ia rasakan padaku. Aku berharap dia juga merasakan hal yang sama sepertiku.

♥♥♥

Siang itu, aku cepat-cepat bergegas untuk mengemasi barang-barangku. Aku ingin bertemu dengan Kak Yusuf. Ya tentu saja di tempat ia mengajar. Aku tak tahu kenapa jantung ini begitu berdebar-debar. Aku merasakan seluruh tubuhku dingin. Ya. Seperti orang yang mengalami suatu sindrom. Tapi ini bukan sindrom yang membahayakan tentunya. Ini adalah sindrom yang membuatku grogi jika bertemu dengannya. Aku selalu ingin tampil cantik didepannya. Aku ingin dia memandangku lebih. Aku ingin dia memandangku sebagai seorang wanita yang mempunyai perasaan padanya bukan seorang anak kecil yang mempunyai perasaan suka layaknya cinta monyet.

Mungkin aku terlalu awal datang kesana, hingga aku tak menemui satu motor siswa disana. Ya, memang ada beberapa motor disana tapi itu mungkin motor-motor para pengajar disana. Aku mencoba masuk ke dalam untuk menunggu Kak Yusuf di dalam dan ternyata benar tak lama kemudian dia datang. Huft, tubuh ini tiba-tiba serasa dingin sekali. Hati ini bergetar saat melihat ia datang. Uh… Aku mohon jangan jadikan ini hanya perasaan semu belaka atau perasaan yang tak terbalaskan. Aku mohon…

Aku sangat puas sekali bisa memandangnya meskipun hanya sebentar tapi itu membuatku menjadi lebih tenang dan nyaman. Dan aku juga merasa sedih kenapa Kak Yusuf tak berani menatapku? Apa aku hanya seorang anak kecil yang merasakan cinta monyet? Ataukah aku sebegitu kurangnya hingga ia tak mau menatapku?? Ah… Kenapa semua ini membuatku bingung dan bingung. Tiba-tiba Hp-ku berbunyi dan aku pun tersenyum lebar melihat siapa yang mengirimkan pesan itu. Ya. Kak Yusuf.

-Kak Yusuf-

Thankz… kmu mau ktemu sama aku. Kak Yusuf masih kangen sama de”… Kangeeeeeeeeennnnnnnnnn…..

Ah… Apa maksudmu mengatakan seperti itu? Aku mohon jangan beri aku harapan yang lebih jika kau hanya menganggapku sebagai adik kecilmu. Aku mohon………

♥♥♥

Suara alarm Hp-ku membangunkanku pada pukul tiga pagi. Yah, akhir-akhir ini aku harus lebih belajar giat lagi jika ingin sukses Ujian Nasional dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Aku melihat Hp-ku dan betapa terkejutnya aku melihat dua pesan singkat dari seseorang yang aku sayangi. Ya…

-Kak Yusuf-

If I were still seventeen, I would ask you to be my girl…In fact, I’m now 24… I wish I were still young, so I could ask you to be my girl… what a faith!!

-Kak Yusuf-

Damn, why should you have such a beautiful face! I can’t stop thinking about you! Its making me dizzy… why should I meet an angelic girl like you? I’m miserable.

Apa maksudnya Kak Yusuf menulis pesan seperti ini? Apakah dia juga merasakan hal yang sama seperti apa yang kurasakan?? Aku juga berharap seperti itu… Ah tidak! Tidak! Meskipun sekarang dia sudah dewasa bukan berarti aku tak berhak dan tak boleh menyayanginya. Bukankah kata orang cinta itu tak kenal usia?? Lalu apakah ada masalah jika aku yang berumur 18 tahun menyukai seseorang yang berumur 24 tahun?? Apakah ada hukum yang melarangku untuk mencintainya?? Jika ada, berarti orang –orang yang saling mencintai yang mempunyai selisih umur yang besar harus dihukum. Tapi apakah ada hukuman seperti itu??

Huft… Aku tak tahu apa yang sedang kurasakan saat ini. Aku sangat menyayanginya. Aku takut kehilangan Kak Yusuf. Sangat takut. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan jika ia tak ada disisiku. Mungkin aku akan kehilangan separuh jiwaku.

Dan aku semakin takut kehilangannya saat ia mengirimkan beberapa pesan singkat yang membuatku merasa lebih menyayanginya. Aku berharap ini bukanlah hanya sekedar pesan singkat saja dan bukan hanya sekedar bualan saja.

-Kak Yusuf-

I didn’t curhat I just made a confesion, its what I feel inside n if I dont write it to you, I’ll be mad myself! Uhm… Do you wear hairpins this afternoon?

-Kak Yusuf-

You surely look beautiful this afternoon. You know something? Actually I feel strange now, instead of saying ‘i love you’, I replace it ‘i miss you’, well…

Dan mungkin aku tahu alasan mengapa Kak Yusuf berkata seperti itu padaku. Yah, karena dia menganggapku sebagai adiknya dan bukan sebagai seorang wanita yang menyayanginya. Kemudian aku pun bertanya apa alasan sebenarnya dia melakukan itu…

-Kak Yusuf-

The reason is because you’re my little sister…that’s it! But, someday, yeah I dont know when…perhaps I will say only once that I LOVE YOU…someday…dont know..

Balasannya membuat jantungku merasa berhenti berdetak. Dia bilang little sister?? Oh My God! Apakah ini benar dia hanya menganggapku sebagai adiknya?? Aku tak tahu betapa hancurnya hati ini jika tahu itu benar. Aku takut menghadapi kenyataan ini. Aku tak sanggup jika harus menahan luka yang benar-benar membuat hatiku tercabik-cabik.

Dan apa kau tahu, aku bingung dengan semua ucapannya. Terkadang dia mampu membuatku melayang tinggi dan terkadang hanya dengan satu kata saja dia mampu membuatku jatuh dari ketinggian itu. Dan rasanya sangat sakit. Sakit sekali!!

If I know the sun will not shine tomorrow, I will let you know that I love you before I die…I’m a melancholic person…

Words fail to convey what I feel for you, inside my mind there’s only your face, your eyes, and your graceful smile…

The roses are red, the violetz are blue, the honey is sweet, your sweetness that makes me love you.. I miss you and I want to know that is true…

Though the faith tells another way, I’ll fight my way to be with you,..Againts nature’s will, just only to see you. You you you…who are you making me crazy??

Kata-kata itu selalu terngiang di telingaku. Dan percaya atau tidak aku hampir ingat semua yang dia ucapkan. Sepertinya ini tidak penting bagi orang lain tapi ini penting bagiku. Tapi apa gunanya kalau ini hanyalah sebuah bualan?? Betapa teganya dia melakukan hal ini. Dan aku harap dia tak membual saat ini.

Dan kau tahu apa yang terjadi setelah itu? Huft…Aku tak sanggup membacanya. Kak Yusuf seakan tak mengizinkanku untuk menyayanginya.

But you shouldnt love me, I dont deserve your love. You’re so gud n I’m so bad…You have your own destiny, you deserve a better man than me… Baby you shouldnt love me…

Saat membacanya tak sadar air mataku mengalir dan mulai membasahi kedua pipiku. Kenapa aku jadi seperti ini?? Aku tak pernah seperti ini sebelumnya! Kau orang pertama yang membuat hatiku menjadi tak menentu. Sadarkah kau betapa besarnya aku menyayangimu?? Dan tahukah kau apa yang sedang aku rasakan???

Are you ready for the consequences you’ll get if you love me? I know that you feel the same way like I feel. But you still have longway to go..Please understand…

Itulah yang ia katakan… Air mata ini tak berhenti mengalir. Apakah aku begitu tak pantas untuk mendapatkan tempat istimewa di hidup dan di hati Kak Yusuf?? Kenapa aku jadi cengeng seperti ini? Emily, kau tak harusnya seperti ini… Kau bukan tipe Kak Yusuf!! Dan kau harus menyadari hal itu. Kau sangat berbeda dengannya. Kau tak pantas disampingnya!! Itulah caraku menyalahkan diriku sendiri ketika aku sedang bingung tak tahu harus berbuat apa.

Aku hanya bisa berharap pada Kak Yusuf untuk tidak membuatku kecewa. Please, dont let me down!!

I wont let you down as long as you still need me…but baby you dont know the truth…I admit I’m so in love with you…but someday you’ll know…not now…I’m afraid..

I’m afraid loosing you…I’m so afraid…I want you for myself! Cant stop thinkin’ of you…but baby you shouldnt love me…We’re brother n sister…

Aku semakin terhenyak membaca pesan darinya. Bagaimana mungkin kita adalah kakak dan adik?? Menurutku itu hanya sebuah bualan besar!! Aku tahu apa yang Kak Yusuf rasakan. Aku hanya ingin dia mengakuinya.. Aku mohon akuilah kalau kau memang benar-benar mempunyai perasaan yang sama denganku… Dan tak lama dia menjawabnya dan mulai mengakuinya.

Please…dont push me…consider I’m your big brother..I’ll be there if you need me…Sory for making you in love with me…Your my lil’ sister…I’ll always help you…

Please… I said I WONT LEAVE YOU! I’LL ALWAYS BE THERE FOR YOU! Please dont cry….please… I ADMIT THAT I LOVE YOU!!! YES I LOVE YOU!!!! DONT YOU KNOW THAT I LOVE YOU?

Huft… Dengan ini aku tahu Kak Yusuf juga mempunyai perasaan yang sama padaku. Aku menjadi lebih tenang dan aku bersyukur karena perasaanku selama ini ternyata bukanlah perasaan semu belaka atau perasaan yang tak terbalaskan. Namun perasaanku ini mendapatkan sebuah sambutan yang hangat di hati Kak Yusuf meskipun aku harus berjuang keras untuk membuatnya mengakui perasaannya padaku. Tapi setidaknya usahaku berbuah manis. Semoga dia benar-benar menepati semua janji-janjinya.

♥♥♥

Akhir-akhir ini perasaanku merasa nyaman dan tenang. Tentunya karena ada Kak Yusuf disampingku. Meskipun tidak setiap hari kita bisa bertemu. Tapi aku harus bersabar akan hal itu karena dia juga harus bertanggungjawab dengan pekerjaannya. Meskipun baru freelance. Semua teman-temanku juga heran dengan keadaanku. Tidak biasanya aku seperti ini. Ya layaknya seperti orang yang jatuh cinta. Kata orang, wanita yang jatuh cinta itu terlihat lebih cantik dan mempesona. Dan aku pun memang berbeda dari sebelumnya. Aku menjadi lebih feminin meskipun tidak sefeminin Cathy Sharon.

Selang waktu berjalan, ada beberapa ucapannya yang membuatku bingung dan bertanya kenapa dia menjadi seperti ini? Dan apakah aku tak sengaja telah melukainya?

Entah sampai kapan, kamu akan tahu betapa egoisnya aku! Saat itu tiba ku telah siapkan diriku dengan kepedihan yang mendalam…sangat dalam!!Hingga tak kan sanggup ku tatap wajahmu…

Mungkin dikehidupan yang lain…Ku kan sepenuhnya memiliki dirimu dan jiwamu sepenuhnya…Sesak sekali hatiku memikirkannya. Kau begitu indah, tapi takkan ku miliki.

Jika kelak suatu saat kita bertemu, di saat Ku berhak memilikimu, maukah kau menjadi pendampingku seutuhnya? Saat tak ada batas lagi…Jangan lupakan aku…Tolong…

Ingat satu pesanku,,meskipun kita tak bisa bersama, Ku tlah simpan cintamu diruang hatiku. Kan ku simpan, dan satu saat mungkin kan ku ambil lagi, jika kau sudi terima ku lagi…

Ya… Pesan-pesan itu selalu terpikirkan olehku. Hingga membuatku bingung. Setiap kali aku ingin melupakannya, semua pesan itu makin merajalela di pikiranku. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? Benarkah semua pesan itu?? Jika memang benar, aku mohon jagalah cinta ini tetap untuknya. Tapi jika itu tidak benar, sadarkanlah aku dari mimpi buruk ini dan kuatkanlah aku. Amin..

Keputusasaanku slalu menghantui tatkala kau jauh dari sisiku. Saat kau dekat, ku takjub dan terdiam, saat kau jauh, sesal dihati tumbuh dan membuat hati gundah.

Aku tak tahu apa maksud ucapannya ini. Terkadang beberapa ucapanku sulit untuk ku mengerti. Karena Kak Yusuf dengan tiba-tiba mengatakan hal-hal yang tak ku duga. Dan seperti juga hari ini.

Ya ALLAH, bimbing hambaMu ini ke jalanMu yang lurus, ridhoi semua usaha kami, jauhkan kami dari godaan syetan dan manusia, hapuskan dosa-dosa kami dan beri kemudahan segala urusan. Amin.

Ya ALLAH, jika dia memang jodoh yang terbaik, dekatkanlah..Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jodohkanlah kami.Amin.

Doanya benar-benar membuatku melayang dan berharap lebih. Aku berharap semua ini benar dan berharap Kak Yusuf memang mempunyai perasaan yang sama denganku.

Kau tahu? Ternyata hanya sebentar aku bisa merasakan perasaan yang indah ini. Aku harus dihadapkan dengan semua pengakuan yang tak ingin ku dengar.

“Bagaimana kalau setiap aku melihatmu, rasa sayangku semakin bertambah besar? Kau begitu manis dan senyummu begitu hangat.” ucap Kak Yusuf membuka pembicaraan.

“Aku berharap rasa sayang Kak Yusuf padaku semakin besar. Tapi apakah itu menjadi masalah bagimu jika rasa sayang itu semakin besar?” tanyaku ragu.

“Semakin aku menyayangimu, semakin aku menyakitimu. Aku tak sanggup menyakitimu dan aku tak ingin membuatmu kecewa. Seharusnya kita berdua tidak saling menyayangi.”

Aku tersentak dengan jawabannya. Apa maksudnya ini? Kenapa Kak Yusuf selalu tiba-tiba seperti ini? Kau membuatku melayang tinggi dan kemudian tiba-tiba kau jatuhkan aku. “Apa maksud ucapan Kak Yusuf seperti itu? Aku tak mengerti ucapanmu.”

“Kau ingin aku jujur sekarang? Padahal ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan semua ini? Aku tak ingin sekolahmu menjadi berantakan. Aku tak inginkan itu.”

“Itu terserah kau saja. Tapi lebih baik kau jujur sekarang. Jika kejujuranmu membuat hatiku tenang dan nyaman, kau bisa mengatakannya sekarang. Tapi jika kejujuranmu membuatku kecewa,lebih baik jangan sekarang. Karena aku pasti tidak akan konsentrasi dengan sekolahku.”

“Tidak! Ini bukan waktu yang tepat untuk membuat pengakuan! Aku sudah menyiapkan semua konsekuensinya jika aku jujur padamu. Mungkin kau akan muak, benci dan marah padaku. Seharusnya kita memang tidak saling menyayangi seperti ini.”

Aku terhenyak. Mungkin aku akan muak,benci dan marah?? Apakah pengakuannya akan… “Berarti kejujuranmu akan membuatku kecewa. Jangan sekarang kau buat pengakuan itu! Kenapa kau selalu saja mengatakan kita tak seharusnya saling menyayangi? Ucapan itu selalu kupikirkan sejak kau bilang ‘you souldn’t love me’. Memangnya salah kalau kita saling menyayangi?”

“Salah!! Kita tak seharusnya saling menyayangi seperti ini.”

“Salah?? Memangnya aku melakukan kesalahan apa hingga aku tak boleh menyayangimu?” tanyaku tercekat. Aku muak Kak Yusuf selalu saja berkata ‘kau tak seharusnya menyayangiku’.

“Aku memang orang yang brengsek, orang yang bangsat, orang yang tak baik. Aku tak tega menyakitimu. Mengertilah, aku sudah tidak sendiri lagi.”

Tidak sendiri lagi?? “Apa kau sudah punya pacar? Atau yang lebih dalam lagi??” tanyaku terpaksa dengan suara yang tercekat karena seharusnya aku tak menanyakan hal itu dan aku pun pasti sudah tahu akan jawabannya.

“Ya. Aku sudah mempunyai pacar. Maafkan aku karena aku tidak jujur padamu sebelumnya……”

Dan jawaban yang tak ingin kudengar akhirnya keluar. Kau tahu? Rasanya hati ini hancur berkeping-keping seperti bom atom yang meluluhlantahkan Hiroshima dan Nagasaki. Jika aku bisa, aku akan menutup mataku agar tidak melihat kenyataan yang pahit ini dan aku juga akan menutup telingaku rapat-rapat agar tidak mendengar pengakuan yang membuat hati ini sakit. Sakit sekali!!!  Kenapa jantungku sakit sekali? Rasanya jantung ini seperti tergores dan membuatku sulit untuk bernapas. Ya Allah, aku mohon kuatkanlah aku! Jangan biarkan aku jatuh sakit! Kak Yusuf tetap saja melanjutkan ucapannya, aku hanya mendengarnya samar-samar.

… “Saat aku melihatmu, senyumanmu begitu hangat. Aku tak ingin kehilangan senyum hangatmu itu. Aku tak mampu jujur padamu. Jika aku jujur, aku tak akan melihat senyuman manismu lagi. Kau pasti akan muak dan benci padaku.”

♥♥♥

Pagi itu aku berjalan ke taman dengan langkah yang terhuyung. Ya Allah, kenapa ini bisa terjadi? Apa salahku hingga aku tak bisa memilikinya? Aku benar-benar mencintai dan menyayanginya. Aku takut kehilangan dirinya. Aku terduduk dan terdiam di sebuah bangku yang sangat dingin. Dingin sekali. Seperti dinginnya hatiku saat ini. Tak terasa air mataku mengalir membasahi kedua pipiku. Apakah aku begitu hina dan tak pantas untukknya? Apa yang harus aku lakukan agar Kak Yusuf melihatku dan membalas perasaanku? Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan cintanya.Tidak!! Tidak!! Emily, Kak Yusuf sudah mempunyai seseorang dihatinya dan jelas sekali seseorang itu bukan KAU!! Apa kau sanggup menyakiti hati seorang manusia? Apa kau sanggup?? Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan wanita itu jika kau merebut Kak Yusuf dari sisinya? Yakinlah, kau tahu bagaimana rasanya disakiti dan kau juga tahu betapa hancur hatinya. Ya. Emily, kau tak boleh melakukan hal bodoh itu.

Seharusnya yang kau lakukan adalah melupakan Kak Yusuf dan melupakan semua perasaanmu padanya! Itu yang harus kau lakukan!! Tapi aku tak bisa melupakannya begitu saja. Aku takut kehilangan rasa sayang Kak Yusuf padaku. Sangat takut. Jika aku marah dan benci padanya, aku pasti akan kehilangan rasa sayangnya padaku. Karena itu aku tak mungkin benci dan marah padanya. Biarlah, jika memang aku tak bisa menjadi seseorang spesial di hati dan hidupnya asal aku masih bisa mendapatkan kasih sayangnya aku rela memendam perasaan ini dalam-dalam. Tapi itu terlihat munafik!! Aku akan mencoba untuk menjadi seseorang yang bisa ia banggakan karena aku tak ingin kehilangan rasa sayangnya.

♥♥♥

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Kak Yusuf padaku ketika melihatku terdiam menatapnya.

Aku mengangguk. “Ya.” jawabku bohong.

Kak Yusuf semakin memandangku dalam. “Aku tahu kau berbohong padaku. Ada apa denganmu? Jujur saja padaku! Aku tak ingin melihatmu murung seperti itu.”

“Aku…Aku…” Aku menghela napas dalam-dalam dan melepaskannya perlahan. “Bolehkah aku meminta satu permintaan?”

“Tentu saja boleh. Lalu apa permintaanmu padaku?” tanyanya bijak.

Aku terdiam sejenak. “Maukah kau memelukku sekali saja? Pandanglah aku sebagai wanita yang menyayangimu bukan sebagai adik kecil yang menyayangimu. Biarkanlah perasaan ini bahagia sekejap saja.”

Kak Yusuf terdiam dan terdiam. Beberapa menit tak ada suara. Apakah aku salah mengucapkan permintaanku ini?? Ya Allah, jika aku salah sadarkanlah aku! Tiba-tiba Kak Yusuf memelukku. Semakin erat. Aku bisa merasakan kehangatan tubuhnya dan bisa merasakan besarnya rasa sayangnya padaku meskipun itu hanya sebatas sebagai adik.

“Terima kasih! Dengan ini kau telah membiarkan perasaanku bahagia meskipun hanya sekejap saja tapi aku senang permintaanku kau kabulkan. Mulai sekarang aku akan berlatih menjadi adik yang baik bagimu dan adik yang bisa kau banggakan. Tapi entahlah, aku tak tahu bagaimana kehidupan yang akan datang hubungan kita akan seperti apa biar Allah SWT yang menentukan.”

♥♥♥

Huft… Kenapa hati ini menjadi tidak karuan seperti ini? Aku sangat merindukannya. Aku benar-benar ingin bertemu dengannya. Meskipun hati ini pernah ia lukai, kenapa aku tak sanggup membencinya? Ya Allah, apa yang sedang aku rasakan ini? Aku benar-benar menyayanginya. Lamunanku melayang pada pagi hari dimana aku sedang menangis sendirian di taman.

Air mataku membasahi kedua pipiku. Masih teringat jelas, ucapannya padaku yang membuat hati ini sakit sekali. Ya Allah, kenapa semua ini bisa terjadi?? Jika ternyata aku tak boleh menyayanginya kenapa KAU pertemukan aku dengannya?? Jika memang ini yang terbaik untukku dan untuknya ku mohon jangan jauhkan aku darinya. Aku tak sanggup jika harus jauh darinya. Meskipun dia tak akan pernah selamanya disisiku tapi aku mohon jangan hilangkan rasa sayangnya padaku. Aku mohon.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: